PT PAL Siapkan Rumah Sakit Terapung di NTT

Nusa Tenggara Timur, BUMNinfo |Nusa Tenggara Timur (NTT) segera memiliki rumah sakit terapung terbesar. Rumah sakit terapung dari kapal tersebut akan melayani pasien, terutama di wilayah pesisir yang sulit menjangkau fasilitas layanan kesehatan.

”NTT nanti memiliki kapal rumah sakit terapung untuk melayani masyarakat pesisir,” tutur Gubernur NTT, Viktor Laiskodat di Kupang, Senin (27/5/2019).

Menurut Viktor, kapal tersebut akan dilengkapi helipad, kapal-kapal kecil untuk menjemput pasien dari pulau-pulau di NTT. PT PAL Indonesia telah memaparkan rencana pembangun kapal rumah sakit terapung tersebut. PT PAL Indonesia akan menggandeng Institut Teknologi Surabaya (ITS) untuk melakukam studi kelayakan terkait dengan pembangunan kapal tersebut.

Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Kapal PT PAL Iman Sulaiman sebelumnya menyebut, keinginan Pemerintah Provinsi NTT membuat rumah sakit terapung merupakan hal yang luar biasa. Ia mengatakan biasanya klien PT PAL, yakni Angkatan Laut dalam dan luar negeri atau swasta. Akan tetapi, untuk kali pertama, klien PT PAL adalah Pemerintah Provinsi NTT. ”Ini suatu kehormatan. Saya melihat program ini, merinding. Kalau jadi, ini menarik sekali. Secara nalar, memang dengan topografi NTT yang terdiri dari 1.192 pulau dan 44 pulau berpenghuni, tentu akses pelayanan (kesehatan sangat dibutuhkan),” tegasnya.

Dia mengemukakan kapal rumah sakit terapung dapat dimodifikasi sesuai keinginan dan hasil survei keinginan pembeli. Kecepatan bisa dikurangi (reduce) sehingga harga juga bisa dikurangi, bisa mencapai Rp 600 miliar. ”Jenis kapal ideal untuk RS Terapung, Landing Platform Dock (LPD) seperti jenis kapal perang amfibi yang dilengkapi pula dengan Landing Craft Utility (LCU) atau sejenis kapal kecil amfibi untuk jemput pasien di pulau-pulau yang tidak bisa disandari. Dan juga ada helipadnya,” ulas Imam.

Ia mengatakan kapal itu merepresentasikan RS Tipe C dengan ukuran panjang 122 meter dan empat dek dengan kecepatan maksimum 16 knot. Dalam rancangan PT PAL, rumah sakit terapung dilengkapi dengan poli rawat, ruang operasi, ruang rawat inap, dan unit gawat darurat, bisa menampung 32 kru, 70 staf medis, dan 204 relawan.

Selain itu, ruang rawat inap untuk 60 pasien ditambah delapan pasien isolasi, empat pasien ICU, tiga pasien HCU, 16 pasien UGD dan ditambah empat tenda, dengan kapasitas satu tenda untuk 10 pasien. KRI dr Suharso-990. Sebelum menjadi kapal rumah sakit TNI AL, dia bernama KRI Tanjung Dalpele.

Sumber: indopos.co.id



POST TERKAIT