Harumkan Indonesia, Enam Bandara Angkasa Pura II Dinobatkan Paling Higienis di Asia-Pasifik

Jakarta, BUMNInfo | Anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura II atau AP  II baru saja mengharumkan nama Indonesia di ajang Airport Service Quality (ASQ) Awards yang melibatkan 400 bandara di 95 negara.

Di ajang ini, Bandara AP II berhasil meraih penghargaan Best Hygiene Measures by Region 2021 yang diumumkan oleh Airport Council International atau ACI pada Kamis (10/2/2022).

ACI memberikan penghargaan tersebut pada setiap bandara yang telah menerapkan prosedur serta layanan baru di tengah pandemi COVID-19 yang sesuai keinginan traveler guna memenuhi kebutuhan mereka dan dapat memastikan lingkungan bandara tetap bersih serta aman. 

Di kawasan Asia-Pasifik, hanya 10 bandara yang berhasil meraih penghargaan ini. Dari 10 bandara tersebut, 6 di antaranya yang berada di kawasan ASEAN semua dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Sementara, 3 bandara lain berada di China dan 1 bandara di India. 

Berikut daftar bandara AP II yang meraih penghargaan Best Hygiene Measures by Region 2021:

  • Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
  • Bandara Sultan Thaha (Jambi)
  • Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)
  • Bandara Supadio (Pontianak)
  • Bandara Depati Amir (Pangkalpinang)
  • Bandara Kualanamu (Deli Serdang)

ACI menyampaikan jika setiap bandara harus mampu menyesuaikan dan mengadopsi teknologi baru serta mengatur berbagai proses guna mengakomodasi keinginan pelanggan di tengah pandemi.

Sejalan dengan pendapat ACI, AP II telah melakukan berbagai inovasi guna memastikan protokol kesehatan dapat terjaga dengan baik di seluruh bandara. Adapun inovasi yang dilahirkan AP II guna memperkuat protokol kesehatan di tengah pandemi antara lain adalah penerapan Biosecurity Management dan Biosafety Management.

Biosecurity Management terdiri dari 5 program, yaitu:

  1. Physical Distancing : menjaga jarak di setiap area bandara
  2. Health Screening : pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan kesehatan staf bandar
  3. Passenger Touchless Processing : fasilitas tanpa sentuh di setiap area 
  4. Facility Cleanliness : desinfeksi rutin seluruh fasilitas di bandara
  5. People Protection : program perlindungan kesehatan bagi traveler dan staf bandara mulai dari kewajiban penggunaan APD

Sementara itu, program untuk Biosafety Management terdiri dari:

  1. Biohazard Precautions : program pencegahan dan perlindungan bagi setiap orang dari ancaman COVID-19
  2. Environment Screening : menjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat misalnya dengan menerapkan sirkulasi udara yang baik, penggunaan UV sterilizier dan sebagainya
  3. Testing Lab Facilities : tersedianya lokasi tes COVID-19 di bandara
  4. Infrastructure Sterilization : desinfeksi di setiap bangunan bandara
  5. Public Health Assurance : protokol penanganan bagi pihak terindikasi terinfeksi COVID-19

Menurut President Director AP II, Muhammad Awaluddin, penerapan Biosafety dan Biosecurity Management ini perlu dilakukan secara simultan dan tidak bisa dijalankan hanya salah satunya saja.

“Melalui penerapan protokol kesehatan sesuai regulasi dan global best practice, Bandara Soekarno-Hatta dapat beroperasi 24 jam setiap hari meski berada di tengah pandemi. Bandara-bandara AP II lainnya juga tetap melayani berbagai penerbangan guna menjaga konektivitas udara nasional dan mendukung penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Muhammad Awaluddin. 

Sumber dan Dok: bumn.go.id 

 



POST TERKAIT