Dinilai Komoditas Strategis, Inalum dan ESDM Serius Untuk Mengolah Mineral Tanah Jarang

Jakarta, BUMNinfo | Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tengah serius untuk menggarap komoditas mineral tanah jarang alias rare earth. Hasil tambang yang juga biasa disebut tanah jarang ini dinilai sebagai komoditas strategis yang dapat digunakan untuk pengembangan industri ke depan.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan kerangka regulasi terkait produksi, pengolahan dan pemanfaatan rare earth di tanah air. Nantinya, tugas khusus untuk pengelolaan rare earth ini akan diserahkan kepada PT Timah Tbk.

Saat ini, Yunus mengakui bahwa rare earth yang merupakan produk samping dari pengolahan timah ini masih belum termanfaatkan. Adapun, varian tertentu dari komoditas mineral ini diberlakukan sebagai bahan radio aktif yang manajemen dan regulasinya ada di bawah Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Seperti diketahui, rare earth memang menjadi komoditas penting karena bisa menjadi bahan baku untuk sejumlah industri strategis seperti peralatan militer dan juga produk elektronika tingkat lanjut.

Di sisi lain, menurut Pelaksana Harian Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Djoko Widajatno, selama ini memang belum pernah ada eksplorasi yang secara khusus dikerjakan untuk mengolah potensi rare earth di tanah air. “Baru sekarang-sekarang saja, pas ada sentimen perang dagang,” katanya.

Djoko memperkirakan, cadangan rare earth yang dimiliki Indonesia tidak lah besar. “Jumlahnya kecil, cuman nilainya tinggi. Jadi ini kan sedikit tapi berarti,” kata Djoko.

Sumber: industri.kontan.co.id

Foto: Wikipedia/USDA



POST TERKAIT