Apa Saja Pencapaian Freeport Untuk Pertumbuhan Ekonomi Papua?

Jakarta, BUMN Info l Selama 55 tahun berkiprah, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menjalani berbagai tantangan dan pencapaian mulai dari era Kontrak Karya I untuk pengelolaan tambang Erstberg, dan penemuan cadangan bijih di Grasberg. PTFI juga bersinergi bersama Pemerintah Indonesia ditandai dengan dikeluarkannya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Di tengah pandemi, kata Tony, PTFI masih dapat terus berproduksi dan mencapai target sesuai rencana sehingga tetap berkontribusi bagi negara dan pertumbuhan ekonomi Papua. Salah satunya, saat ekonomi nasional mengalami penurunan di semester kedua tahun 2020, ekonomi Papua tumbuh 29% dari sektor pertambangan. 

Sebagai informasi bahwa kepemilikan saham Indonesia pada PTFI ini mencapai 51,2% yang diwakili Inalum. Hal ini menjadi contoh paling konkret dari public-private partnership sehingga kita berhasil mengolah dan mengelola sumber daya mineral kita untuk masa depan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut tidak terlepas dari pencapaian ramp-up produksi hingga 100% dan juga kontribusi lebih banyak lagi bagi bangsa dan negara. PTFI yang telah menjadi pioner pengembangan dan pengoperasian tambang bawah tanah block caving terbesar di dunia. Terlebih tambang ini juga menjadi referensi tambang global lainnya.

PTFI juga telah menjadi pioner pengembangan dan pengoperasian tambang bawah tanah block caving terbesar di dunia. Terlebih tambang ini juga menjadi referensi tambang global lainnya. PTFI kini juga telah memasuki babak baru dalam penguatan komitmen dedikasi untuk negeri dengan pengembangan kapasitas smelter baru di dalam negeri yang targetnya akan beroperasi di tahun 2024. Kapabilitas PTFI dalam pengelolaan proyek tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral provinsi Papua telah menjadi rumah bagi insan-insan terbaik seluruh Indonesia.

 

Sumber: finance.detik.com

Dok: Media Indonesia



POST TERKAIT