Salurkan Beras Bansos Bulog Proyeksi Serap Gabah Lebihi Target

Jakarta, BUMNInfo | Perum Bulog memastikan pihaknya akan berusaha keras untuk merealisasikan penyerapan gabah sebesar 1,4 juta ton tahun ini. Dalam catatan Perusahaan, realisasi penyerapan gabah setara beras dari petani hingga 2 September 2020 telah mencapai 931.577 ton.

 

"Pengadaan beras sudah mencapai hampir 70% dari target," ungkap Sekretaris Perusahaan Bulog Awaluddin Iqbal dikutip dari Republika, Rabu (2/9/2020).

 

Menurut Awaluddin, dengan realisasi pengadaan tersebut dikurangi dengan keluarnya beras untuk berbagai program bantuan serta penjualan komersial, masih ada 1.420.193 ton sisa stok di gudang. Angka itu, masih dalam rentang batas penugasan pemerintah sebesar 1 juta ton sampai 1,5 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari 1.373.405 ton cadangan beras pemerintah (CBP) serta 46.788 ton beras komersial.

 

Ia menambahkan, hingga saat ini Bulog telah menyalurkan 947.984 ton beras. Sebanyak 849.835 ton beras disalurkan dalam program operasi pasar yang diambil dari stok CBP serta 242.732 ton untuk penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan Bulog akan terus meningkatkan penyerapan gabah petani, terlebih pada saat musim panen gadu. Ia mengatakan, meski hasil panen tak sebanyak musim panen rendeng, namun cukup memiliki kualitas yang tinggi.

 

Upaya peningkatan penyerapan gabah itu juga seiring penugasan penyaluran bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial kepada Bulog. Di mana, Bulog mendapatkan penugasan untuk menyiapkan dan menyalurkan 450 ribu ton beras selama tiga bulan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat.

 

Budi mengatakan, dengan adanya penugasan itu, secara otomatis memperbesar ruang bagi Bulog untuk meningkatkan penyerapan gabah dari petani sebagai pengganti dari beras yang disalurkan dalam bantuan.

 

Sumber: AntaranewsRepublika

Foto: Istimewa



POST TERKAIT