Kehadiran Tapera Membuat Penyaluran Kredit BTN Positif

Jakarta, BUMNInfo | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN menjadi bank pengelola dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang diinisiasi oleh BP Tapera. Perseroan merupakan pengelola yang akan kedapatan porsi yang paling besar.

 

Pembagian porsi tersebut diputuskan mengingat BTN merupakan penyalur pembiayaan perumahan paling aktif saat ini. Per 31 Maret 2020, Bank BTN mencatatkan pangsa pasar KPR Subsidi sekitar 89,7%. Untuk KPR secara keseluruhan, BBTN juga menjadi pemimpin pasar dengan market share sebesar 39,6% per 31 Desember 2019.

 

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury meyakini bahwa program ini akan membawa dampak positif bagi kinerja PT Bank Tabungan Negara TBK (BTN). Pasalnya, kehadiran Tapera akan membuat permintaan akan kredit pemilikan rumah (KPR) semakin tinggi.

 

"Tentunya sebagai bank penyalur kredit KPR terbesar selama ini, akan positif juga bagi kami," tutur Pahala.

 

Menurutnya, investor sangat tertarik melihat prospek kinerja BTN dengan kehadiran Tapera ini. Setelah kabar turunnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera tersiar, harga saham BBTN pun langsung melesat hingga 21%. Saham BBTN menjadi salah satu emiten perbankan yang paling kuat di bursa dengan pertumbuhan 30% dengan level Rp760 per saham.

 

Pahala menjelaskan, nantinya kerja sama Perseroan dengan BP Tapera terjalin dalam bentuk pengumpulan dana, pemupukan, serta penyaluran dana. Untuk pemupukan dana, BTN masih terus berkomunikasi dengan PT PNM (Persero) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam proses akuisisi PNM-Invesment Management (PNMIM).

 

"Mengenai PNMIM, kami tentu terus komunikasi dengan PNM dan OJK, semoga tidak menjadi kendala. Untuk yang terkait PNMIM itu adalah yang untuk pemupukan dana saja," ungkapnya.

 

Hingga kuartal I 2020, KPR Subsidi masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan kredit di Bank BTN. Segmen yang menempati porsi sebesar 44,53% dari total kredit di emiten bersandi saham BBTN tersebut, mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,57% yoy dari Rp101,9 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp112,78 triliun pada periode yang sama tahun ini.

 

Pada segmen KPR Non-subsidi yang menempati porsi sebanyak 31,58% terekam penyaluran kredit sebesar Rp79,99 triliun pada kuartal I 2020. Secara total, kredit di sektor perumahan di Bank BTN mencatatkan kenaikan 4,14% yoy dari Rp219,73 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp228,82 triliun di bulan yang sama tahun ini.

 

"Sebagai bank pertama yang menghadirkan KPR di Tanah Air, kami akan terus berinovasi melanjutkan visi dan misi pemerintah untuk dapat menyediakan rumah yang terjangkau serta berkualitas bagi masyarakat Indonesia," pungkas Pahala.

 

Sumber: SindonewsRepublika



POST TERKAIT