Eksekusi Produksi Radar GCI, Pindad Gandeng Perusahaan Prancis!

Jakarta, BUMNInfo | Ground Control Interception (GCI) adalah teknologi radar yang mampu mendeteksi keberadaan musuh dari jarak jauh. Penggunaan alat ini di dunia militer memiliki sejarah yang panjang, mulai dari awal pengembangannya saat Perang Dunia II, perannya di Perang Vietnam dan Korea, hingga pemakaiannya sebagai alat pertahanan saat ini.

Dengan terbentuknya Holding Pertahanan Defend ID, Indonesia pun bergegas untuk membenahi sekaligus melengkapi Alutsista TNI, salah satunya dengan memproduksi sendiri GCI berkualitas tinggi. Proyek ini termasuk kontrak yang sudah disetujui saat awal peresmian holding dan saat ini sedang digarap serius oleh PT Len Industri (Persero) yang bekerja sama dengan perusahaan ternama di bidang high-tech asal Prancis, Thales. Kerja sama penting ini telah ditandatangani pada 17 Mei 2022 di Prancis dengan dihadiri langsung oleh Direktur Utama Len, Bobby Rasyidin dan SVP Latin America & Asia of Thales International SAS, Guy Bonassi.

Selain penandatangan produksi bersama Radar GCI, Len dan Thales juga sepakat untuk memulai aktivitas pendefinisian concrete action demi realisasi Head of Agreement (HoA) dari Strategic Partnership keduanya di tujuh area potensial.

Dalam dunia kemiliteran, Radar GCI merupakan salah satu alutsista yang sebagai “mata” dalam sistem pertahanan. Dengan jangkauan sejauh 450 km, radar tipe ini berperan memberikan pengawalan pada pesawat pencegat maupun pesawat buru sergap dalam menjalankan misinya.

Di dunia sendiri, salah satu GCI tercanggih yang pernah ada digunakan oleh Amerika Serikat pada masa Perang Dingin. Radar ini dinamai dengan Semi Automatic Ground Environment (SAGE) dan berfungsi untuk menyampaikan informasi arah langsung ke autopilot sehingga pesawat dapat terbang ke luar jangkauan musuh.

Proyek produksi GCI dalam negeri ini nantinya diharapkan mampu membangun kemandirian sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri untuk industri pertahanan Indonesia.

“Jadi semuanya ajak, tapi tetap mayoritas kita. Sehingga juga agar pasar kita lebih membesar. Terus berinovasi mencari cara dan mencari terobosan. Baik itu terobosan di bidang SDM, bahan baku, produk, proses bisnis dan operasionalnya,” tutur Jokowi pada April 2022 lalu.

Adapun Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan RI telah menginstruksikan pemaksimalan sumber daya di dalam negeri yang sejalan dengan upaya pemerintah, guna mewujudkan kemandirian nasional. “Yang bisa dikerjakan di dalam negeri harus dikerjakan di dalam negeri,” ujar Prabowo Januari lalu.



Sumber: bumn.go.id 

Dok: indomiliter.com

 



POST TERKAIT