Barata Indonesia Ekspor Bahan Baku Kereta ke Rusia hingga AS

PT Barata Indonesia (Persero) mencatat kinerja ekspor selama semester I 2020 mencapai Rp 241 miliar. Pendapatan ekspor ini berasal dari penjualan produk komponen kereta api ke berbagai negara. Direktur Utama Barata Indonesia, Fajar Harry Sampurno, mengatakan salah satu produk yang menjadi andalan adalah komponen roda pada kereta api atau disebut bogie.
 
Hingga Juni, Barata Indonesia mengekspor sebanyak 1.431 set bogie ke berbagai negara, mulai dari Rusia, Meksiko, Kanada, Mauritania, hingga Houston di Amerika Serikat. Perusahaan milik BUMN ini juga ekspor komponen turbin pembangkit ke luar negeri.
 
"Dari pabrik Cilegon (komponen turbin pembangkit) sebesar Rp 138 miliar dan dari pabrik Gresik (komponen kereta api seperti bogie dan bolster) sebesar Rp 103 miliar," kata Fajar dikutip dari kumparan, Rabu (19/8/2020).
 
Barata Indonesia tercatat sudah ekspor komponen kereta api sejak 22 tahun lalu. Ekspor dilakukan melalui kerjasama perseroan dengan Standard Car Truck (Wabtec Subsidiary Company). Dipilihnya Barata Indonesia, sebagai salah satu partner tersebut karena kompetensi dan fasilitas foundry milik perseroan dianggap telah memenuhi sertifikasi standar internasional dari lembaga AAR (The Association of American Railroads).
 

Sebelumnya, dalam rentang waktu tiga bulan PT Barata Indonesia (Persero) melakukan ekspor komponen pembangkit listrik ke tiga negara, yaitu Armenia pada April, Bahrain pada Juni, dan Jerman pada Juli. Fajar mengatakan ekspor tersebut menjadi tren positif bagi industri manufaktur Indonesia karena di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang menyebabkan permintaan produk-produk manufaktur dalam negeri menurun, BUMN tersebut masih mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi dalam proyek pembangkitan di berbagai negeri.

“Di tengah kondisi yang serba tidak pasti ini, kami masih bisa memainkan peran kami dengan baik di Industri manufaktur, dengan rutin melakukan ekspor untuk komponen pembangkit listrik maupun komponen kereta api,” katanya.


 
Foto: dok. Barata Indonesia


POST TERKAIT