PT MRT Jakarta, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bersama Shimizu Corporation Indonesia menandatangani kontrak pembangunan proyek transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) Fase 2A. Kontrak senilai Rp4,5 triliun itu untuk membangun jalur MRT Bundaran HI hingga Harmoni (CP 201), Senin (17/2).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap konstruksi pembangunan MRT Fase 2A sesuai jadwal. "Setelah melalui perencanaan yang cukup rumit, pengerjaan MRT Jakarta Fase 2A, khususnya 2,8 kilometer dari Stasiun Bundaran HI hingga Monas dapat ditandatangani," Ucapnya.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan proses konstruksi Fase 2 lebih rumit dari Fase 1 karena seluruh pembangunan di bawah tanah dan di beberapa titik akan dibangun di bawah Sungai Ciliwung, termasuk struktur tanah yang lunak di Jakarta Utara, Selain itu lokasi proyek yang berada di area Ring 1, MRT Jakarta mengedepankan keamanan untuk masyarakat khususnya warga Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Direktur Utama Adhi Karya (Persero) Tbk bersalaman setelah melakukan sesi tanda tangan proyek pembangunan MRT fase 2A.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Konstruksi Silvia Halim dan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture yang diwakili oleh Yutaka Okumura. Penandatanganan disaksikan oleh Duta Besar Jepang untuk RI Masafumi Ishii, Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar, dan JICA Chief Representative RI Yamanaka Shinichi, dan Dirut Adhi Karya Budi Harto.

    MRT Jakarta, Adhi Karya dan Shimizu Corperation Indonesia Menandatangani Kontrak Pembangunan MRT Fase 2A

    MRT Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur 6 kilometer dan terdiri dari 7 stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota. Pembangunan fase 2A dibagi ke dalam 3 paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi Fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024. Selanjutnya MRT Jakarta akan melakukan integrasi pembangunan Fase 2B atau yang disebut sebagai Jalur Utara-Selatan dan akan dilanjutkan dengan pembangunan Jalur Timur-Barat. Daerah Kota akan menjadi titik awal dibangunnya Fase 2B dengan titik pemberhentian di Ancol Barat. Fase 2B ini diperkirakan memiliki jalur sepanjang 5,8 Km yang terdiri dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol, dan Stasiun Ancol Barat dengan estimasi pengerjaannya akan mulai dibangun pada pertengahan 2022 dan beroperasi pada 2027.




    FOTO LAINYA