Seri AKHLAK 4 - Telkom: AKHLAK Sesuai dengan Spirit The Telkom Way

Komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjunjung tinggi core values baru dari Kementerian yakni AKHLAK terus bertumbuh. Selain PT Kereta Api Indonesia (Persero) (Baca: Implementasi PT KAI, dari Membentuk Culture Agent hingga Jalin Banyak Kolaborasi) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (Baca: Adhi Karya Tempa SDM yang Inovatif dan Adaptif), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) juga menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan nilai inti baru ini.

 

Sebagai pengingat, AKHLAK sendiri memiliki singkatan Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Akronim ini ditetapkan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi core values untuk seluruh BUMN setelah ia menurunkan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Nilai-Nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara. Erick berharap implementasi ini mampu membuat korporasi nasional bisa beradaptasi menghadapi perubahan dunia bisnis global.

 

Maka dalam rangka menjawab arahan tersebut, Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menjelaskan kepada BUMNInfo, bahwa seluruh keluarga besar TelkomGroup berkomitmen dan berikrar untuk mengimplementasikan core values AKHLAK ke dalam budaya perusahaan. Salah bentuk komitmen TelkomGroup dituangkan ke dalam keputusan Direksi yang mengatur implementasi core values AKHLAK bersifat mengikat kepada seluruh karyawan TelkomGroup.

 

The Telkom Way

ilustrasi pegawai telkom

Sebelum AKHLAK diterapkan sebagai budaya perusahaan, Telkom telah menerapkan The Telkom Way sebagai budaya perusahaan. The Telkom Way mengandung nilai-nilai luhur yang diyakini mampu mencapai visi-misi perusahaan. Pertama, ada Philosophy to be the best, berisikan integrity, enthusiasm dan totality. Kedua ada Principles to be the star berisikan solid, speed dan smart. Selanjutnya, Practices to be the Winner berisikan imagine, focus dan action. Terakhir, Practices to be the Winner in Digital Era berisikan nilai Telkom CODES yang merupakan akronim dari Collaborative, Openness, Desire to reach purpose, Innovative dan Self organized.

 

“Nilai-nilai yang terkandung di dalam TTW (The Telkom Way) ini pada dasarnya sudah terkandung di dalam Core Values AKHLAK. Sehingga tidak terdapat perbedaan yang mendasar diantara keduanya,” tutur Arif pada BUMNInfo.

 

Maka dari itu, tak butuh waktu lama sejak diedarkannya pemberitahuan terkait implementasi AKHLAK di Kementerian, Telkom langsung melakukan internalisasi yang dipimpin oleh CEO TelkomGroup Ririek Adriansyah. Berselang tiga pekan sejak ditetapkannya AKHLAK oleh Erick Thohir, Telkom pada 23 Juli 2020 melakukan peluncuran dan ikrar AKHLAK sebagai core values di TelkomGroup. Pada kegiatan ini seluruh BOD dan seluruh karyawan TelkomGroup dari Sabang sampai Merauke berikrar secara virtual untuk menjalankan core values itu dalam penerapan budaya kerja perusahaan.

 

Dalam rangka meningkatkan diseminasi informasi penerapan AKHLAK, Telkom juga melakukan komunikasi AKHLAK ke seluruh karyawan melalui berbagai medium antara lain melalui portal berita, media sosial internal Diarium, email blast, chat group, sharing session oleh manajemen dan role model unit, pembuatan artefak serta game & challenge program.

 

“Program komunikasi tersebut masih terus berjalan sampai saat ini, bahkan semakin masif, dari sekedar pengenalan, menuju ke internalisasi. Selain itu, secara cascading, masing-masing unit juga melakukan sosialisasi internal kepada karyawannya masing-masing,” jelas Arif.

 

AKHLAK Sudah Berjalan

pegawai telkom 2

Sejumlah BUMN juga sepakat bahwa perubahan ini juga akan menimbulkan benefit, baik bagi BUMN secara keseluruhan maupun masing-masing perusahaan. Menurut Arif, penerapan core values AKHLAK mampu mendukung Telkom berperan serta dalam upaya menjadikan BUMN kompetitif di level global. Selain itu, dengan menerapkan AKHLAK, BUMN mampu menghasilkan talenta-talenta terbaik yang bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara.

 

Penerapan AKHLAK ini juga tak membuat target untuk perencanaan jangka panjang maupun tahunan secara umum tidak berubah, karena pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai lama dengan yang baru. Namun Telkom yakin bahwa penerapan nilai baru ini akan mendorong pencapaian tujuan perusahaan dengan lebih baik, karena dengan kesamaan core values di BUMN, serta dukungan program-program Kementerian BUMN lainnya, maka sinergi antar BUMN dan daya saing BUMN diproyeksikan akan semakin meningkat.

 

Kendati memunculkan keuntungan, tentu ada tantangan yang akan dihadapi, terutama jika berhubungan soal adaptasinya ke seluruh insan TelkomGroup. Ia menjelaskan, tantangan utamanya adalah bagaimana pihak manajemen memastikan bahwa AKHLAK memiliki nilai yang sama dengan spirit The Telkom Way.

 

“Mengkomunikasikan bahwa nilai-nilai yang ada pada TTW, ide sesungguhnya sudah tercakup dalam core values AKHLAK. Sehingga dalam proses intenalisasinya seharusnya menjadi lebih mudah karena nilai-nilai dalam core values AKHLAK sudah dimiliki oleh karyawan TelkomGroup,” tutur Arif.

 

Telkom sendiri diakui Arif telah menerapkan nilai perusahaan dengan sangat baik. Seperti contoh dalam nilai Amanah, para karyawan telah menerapkan disiplin dasar bekerja melalui absen dan monitoring pencapaian pekerjaan melalui aplikasi internal Diarium.

 

Di nilai Kompeten, manajemen terus berupaya untuk selalu meningkatkan kompetensi yang dimiliki karyawan melalui berbagai agenda pelatihan formal maupun informal sepert Great People Development Program, E-learning, webinar dan sebagainya. Sementara untuk Harmonis, manajemen telah memfasilitasi insannya dengan berbagai agenda pembinaan rohani karyawan sesuai dengan agama yang dianutnya.

 

Adapun nilai Loyal dijalankan Telkom kepada karyawan untuk dapat berperan aktif dalam berbagai agenda employee volunteer program yang diselenggarakan oleh manajemen, seperti program Ayo Bikin Nyata yang saat ini berfokus pada penerapan Covid Safe di lingkungan masyarakat melalui sumbangsih masker dan APD kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat. Sementara untuk menerapkan nilai Adaptif, Telkom mendorong karyawan untuk mampu mengembangkan ideasi serta inovasi yang dimilikinya melalui innovation management platform seperti Amoeba, dan Hack Idea.

 

“(Dalam nilai) Kolaboratif, manajemen mendukung terciptanya kondisi lingkungan kerja yang mampu bekerja sama secara luas melalui penugasan-penugasan lintas unit serta adanya perubahan struktur organisasi menjadi lebih lean dan agile,” urainya.

 

Program Internalisasi AKHLAK

amoeba telkom

Mengenai sinergisitas antar BUMN maupun pihak lain yang ditekankan oleh Kementerian BUMN, Telkom menyatakan sudah melakukan banyak jalinan kerja sama dengan sejumlah mitra, terutama BUMN lain. Terlebih, Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan terbentuknya klaster telekomunikasi dan media. Arif mengungkapkan, khusus terkait klasterisasi ini, manajemen yakin akan membuat sinerginya semakin baik, di mana BUMN dari klaster yang sama bisa makin saling mendukung dengan keunggulan sumber dayanya masing-masing.

 

“Salah satu yang sedang kami kerjakan adalah ITDRI (Indonesia Telecommunication & Digital Research Institute), yaitu wadah pengembangan riset, learning dan inovasi dibidang telekomunikasi dan digital, yang diharapkan bisa menjamin kesiapan Indonesia menghadapi perubahan teknologi dan persaingan global yang tidak terhindarkan melalui budaya inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi (riset dan inovasi) dan talenta digital global yang merangkul penciptaan lapangan kerja, ekonomi nilai tambah, dan transformasi ekonomi,” jelasnya.

 

Kementerian juga memprioritaskan seluruh BUMN untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, saat ini Telkom memiliki berbagai program pencarian, pengembangan dan pendidikan talenta digital skill talents di seluruh Indonesia untuk percepatan pengembangan business digital telecommunication yang akan mendukung digitalisasi industri di Indonesia hingga 2025 mendatang.

 

Pengembangan AKHLAK di setiap level karyawan yang berdasarkan experiential, social dan formal learning juga dilaksanakan Telkom dengan sejumlah program unggulan. Di antaranya adalah BoD Successor yang merupakan program pengembangan talenta yang dikhususkan untuk insan Telkom yang masuk jajaran Top Management/Leader. Melalui program tersebut, diharapkan para peserta program mampu menjadi teladan utama yang mampu mengimplementasikan core values AKHLAK ke dalam aktivitas yang dilakukan.

 

Selain itu, AKHLAK saat ini juga menjadi dasar utama kriteria manajemen dalam menentukan talenta-talenta pemimpin di Telkom maupun anak perusahaannya. Manajemen Anak Perusahaan seluruh TelkomGroup, juga dimonitor secara berkesinambungan oleh successor development council. Program coaching seperti digital transformation masterclass, juga dilaksanakan untuk memastikan seluruh talenta memenuhi kompetensi dalam mewujudkan komitmen TelkomGroup dalam bertransformasi menuju perusahaan telekomunikasi digital.

 

“Telkom mendorong perubahan cara berpikir karyawan melalui program-program coaching sehingga karyawan memiliki kompetensi yang tinggi dan yang unggul, berkualitas global, berorientasi digital dan berdaya saing tinggi sehingga mampu menbawa perusahaan senantiasa siap menghadapi segala perubahan dan perkembangan zaman yang semakin pesat,” urai Arif.

 

Dengan segala upaya dalam menerapkan AKHLAK ini, Telkom berharap dapat menjadi salah satu BUMN yang memilik peran utama dalam membangun bangsa dan negara. Seluruh karyawan didorong untuk menerapkan AKHLAK secara sungguh-sungguh dalam keseharian bekerja sehingga siap menjadi talenta yang dapat berkontribusi aktif dalam mencapai visi misi perusahaan, serta berkontribusi pada negara.

 

“Kita yakini bersama AKHLAK adalah nilai-nilai luhur dan universal, yang bisa membantu membawa BUMN menjadi lebih baik dan mencapai tujuannya. Untuk itu, mari bersama-sama wujudkan BUMN ber-AKHLAK agar terwujudnya kontribusi nyata bangsa dan negara,” pungkas Arif.



POST TERKAIT