Seri AKHLAK 3 - Adhi Karya Tempa SDM yang Inovatif dan Adaptif

Adanya perubahan dan penyelarasan core values di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berikut badan usaha yang dinaunginya, juga ditanggapi dengan baik oleh perusahaan konstruksi berpelat merah. Penyelarasan ini dinilai mampu membangkitkan potensi sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendongkrak spirit kolaboratif di antara perusahaan-perusahaan milik negara. Salah satunya PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang ikut menyambut positif upaya Menteri BUMN Erick Thohir ini.

 

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Parwanto Noegroho, penyelarasan ini menjadi momentum bagi seluruh BUMN beserta anak cucunya untuk lebih aktif menjalin kerja sama dan berkembang bersama-sama untuk menciptakan iklim bisnis yang sehat dan taraf ekonomi nasional yang meningkat.

 

“Manajemen ADHI tentunya menyambut dengan pikiran terbuka terkait core values AKHLAK yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN. Manajemen menganggap hal ini merupakan salah satu kesempatan bagi BUMN-BUMN di Indonesia untuk saling bersinergi, saling belajar dan berkembang bersama dalam membangun Indonesia,” ungkap Parwanto kepada BUMNInfo.

 

Berikut tanggapan manajemen emiten berkode saham ADHI tersebut terkait penerapan AKHLAK sebagai core values perusahaan yang baru.

 

Implementasi Jauh Sebelum Ditetapkan

pekerja adhi LRT

Sebelum surat edaran terkait penetapan AKHLAK sebagai core values diturunkan oleh Kementerian, ADHI telah lebih dulu memiliki core values sendiri, sama dengan perusahaan-perusahaan lain. Core values ADHI yang lama adalah 3I atau Integrity (Integritas), Inspire (Inspiratif), Innovation (Inovasi).

 

Parwanto menceritakan, perumusan 3I milik ADHI tersebut sebelumnya dilakukan oleh jajaran direksi dan manajemen. Mereka melakukan forum group discussion (FGD) terkait nilai yang akan diangkat untuk SDM ADHI. Setelah merumuskan draf kasarnya, pihak ADHI kemudian mengundang pihak eksternal atau konsutan budaya perusahaan sebagai pihak ketiga untuk mendapatkan insight dan masukan terkait values ADHI. Nampaknya langkah perumusan nilai utama ini sangat lumrah di berbagai perusahaan.

 

Manajemen melalui Parwanto menjabarkan, secara garis besar di dalam core values AKHLAK sudah terkandung unsur-unsur 3I tersebut. Parwanto menjelaskan bahwa core values AKHLAK juga mengandung unsur integritas yang diungkapkan dalam dimensi Amanah dan Loyal. Selain itu unsur inspiratif terkandung di dimensi Harmonis dan Kolaboratif serta unsur inovasi diungkapkan dalam aspek Kompeten dan Adaptif.

 

Berdasarkan hal tersebut, manajemen menyimpulkan bahwa secara garis besar nilai yang dibangun ADHI sebelumnya dengan core values AKHLAK yang dibentuk Kementerian BUMN tidaklah jauh berbeda. Dapat dikatakan ADHI telah menjalankan aspek-aspek dalam nilai AKHLAK ini jauh sebelum core values tersebut diluncurkan. Meskipun begitu, manajemen menganggap bahwa AKHLAK tetap merupakan proses penyempurnaan dari core values ADHI yang lama. Sehingga tidak ada target perusahaan yang terpengaruh atas perubahan ini.

 

Parwanto mengakui, proses adaptasi penerapan AKHLAK di dalam Perseroan hingga saat ini berjalan baik dan sesuai rencana. Tak hanya untuk internal, ADHI juga bertindak sebagai tuan rumah dalam acara launching core values AKHLAK untuk klaster Infrastruktur. Untuk memperlancar proses internalisasi values AKHLAK, ADHI juga memiliki change booster yakni para pegawai-pegawai milennial yang diharapkan mampu membantu segenap insan ADHI dalam menerapkan values AKHLAK di keseharian mereka.

 

Sebelum melakukan launching, Perseroan memastikan terlebih dahulu program-program penunjang internalisasi values AKHLAK telah tersusun dengan baik, kami juga melakukan analisis terkait irisan antara values ADHI yang lama dengan core values AKHLAK untuk memastikan bahwa values AKHLAK ini sesuai dengan jati diri ADHI. Selain itu tim launching juga harus melakukan koordinasi dengan beberapa BUMN Infrastruktur lainnya untuk acra launching bersama core values AKHLAK, hal ini menyebabkan persiapan launching core values AKHLAK membutuhkan waktu yang lebih Panjang.

 

Hingga akhirnya, AKHLAK diresmikan di lingkungan BUMN Karya pada Jumat, 2 Oktober 2020 dan dihadiri langsung oleh Deputi SDM Teknologi & Informasi Kementerian BUMN Alex Denni. Selain Adhi Karya, BUMN klaster infrastruktur mulai dari Brantas Abipraya, Nindya Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Hutama Karya, Perumnas, dan lainnya juga menerapkan AKHLAK sebagai nilai inti. Sebanyak tiga ribuan peserta yang merupakan insan infrastruktur mengikuti peluncuran akhlak secara daring.

 

"Dengan launching core values AKHLAK, kini setiap insan BUMN infrastruktur memiliki core value yang sama dan dapat mengantar BUMN untuk menjadi economic and social value for Indonesia," ujar Alex dalam sambutannya.

 

AKHLAK dalam Keseharian ADHI

insan adhi kartun

Sejauh ini pula ADHI mengklaim sudah mengimplementasikan seluruh nilai AKHLAK, bahkan sebelum core value ini diresmikan. Misalnya dalam poin Amanah, ADHI telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan resmi tersertifikasi ISO 3700:1. Dalam poin Kompeten, ADHI hingga saat ini terus berfokus pada peningkatan kompetensi dari pegawai-pegawainya. Caranya dengan memberikan program pengembangan, pelatihan, dan sertifikasi.

 

“Dari berbagai upaya pembentukan SDM berkualitas tersebut, ADHI melahirkan generasi yang diakui di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Parwanto.

 

Di nilai Harmonis, Parwanto juga yakin bahwa pihak manajemen ADHI telah memberikan banyak kesempatan kerja kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang, suku, ras dan agama. Terbukti dengan adanya program rekrutmen regular dan juga rekrutmen khusus untuk menyaring talenta di Kawasan Timur Indonesia.

 

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa saat ini ADHI tengah mengembangkan manajemen SDM dalam upaya mendukung roadmap perseroan sebagai Agen Pembangunan dan Penciptaan Nilai. Salah satu aspek yang menjadi fokusnya ialah kapasitas dan produktivitas SDM. Manajemen tersebut bernama ADHI Talent Management yang merupakan program untuk menyiapkan, mengembangkan, dan meretensi talenta-talenta untuk mengisi posisi strategis tertentu di ADHI dengan harapan mereka dapat menunjukkan kinerja unggul yang sejalan dengan visi, misi, dan nilai-nilai AKHLAK. Sebagai wujud implementasi nilai utama tersebut, ADHI menjadikan AKHLAK sebagai landasan dan salah satu indikator dalam sistem pengukuran kinerja.

 

“Hasil pengukuran kinerja tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai salah satu data pendukung dalam program talent management,” tutur Parwanto.

 

Sementara untuk poin Loyal, ia menilai bahwa ADHI selalu berdedikasi untuk kepentingan masyarakat Indonesia dengan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) dan juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Misalnya dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti ini, ADHI membantu pembangunan Rumah Sakit Darurat (RSD) Penanganan Covid-19 di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan RSD Covid-19 di Biak, Papua.

 

Ia juga menambahkan bahwa ADHI selalu terus berusaha melahirkan inovasi-inovasi yang dapat berguna untuk kemajuan perusahaan melalui program ADHI Innovation Side, hal ini sangat bersinggungan dengan nilai Adaptif pada AKHLAK. ADHI Innovation Side sendiri merupakan sebuah platform berbasis website yang dibuat untuk meningkatkan kesadaran untuk berinovasi baik dengan cara membagikan inovasi yang telah dilakukan atau bersama-sama mengembangkan inovasi antar insan ADHI.

 

Dilansir dari laman resmi perusahaan, ADHI Innovation Side terdiri dari dua program utama, yaitu Adhi Innovation Incubator yang memberikan ruang kepada insan ADHI dalam membagikan karya inovasi yang sudah terimplementasi maupun yang belum terimplementasi, serta Adhi Innovation Challenge sebagai program puncak berupa kompetisi inovasi tahunan yang diadakan untuk mengapresiasi karya-karya yang telah dibuat dan diimplementasikan oleh Insan ADHI pada unit kerja.

 

Perseroan berharap, dengan tingginya kesadaran tentang manfaat serta pentingnya inovasi, akan mempercepat terwujudnya solusi tantangan kerja saat ini bahkan untuk saat yang akan datang dalam rangka pencapaian visi dan misi perusahaan konstruksi ini.

 

Adapun dalam nilai Kolaboratif, menurut Parwanto, ADHI selalu menanamkan pentingnya kolaborasi baik secara internal maupun eksternal dengan mengadakan sharing session berkala di level korporat dan juga aktif dalam program-program sinergi BUMN. Setelah implementasi AKHLAK, ADHI yakin akan semakin antusias dan aktif mengikuti program-program yang menunjang sinergis BUMN, bahkan di luar klaster yang ditetapkan Kementerian.

 

“Rencananya akan melakukan EVP (employee value proposition) bersama dengan BUMN lain yang tergabung dalam klaster Infrastruktur dan tidak menutup kemungkinan dengan BUMN di luar kluster tersebut,” ungkapnya.

 

Jadi Roadmap Kinerja Perseroan

Selaras dengan PT KAI yang telah menerapkan AKHLAK lebih dulu, (Baca: Seri AKHLAK 2- Implementasi PT KAI, dari Membentuk Culture Agent hingga Jalin Banyak Kolaborasi) ADHI juga optimis akan menerima banyak benefit dalam penerapannya. Perseroan mengekspektasikan bahwa adanya nilai utama yang sudah menaungi bisnis perusahaan akan dapat lebih mudah menjadi landasan transformasi dan penelusuran jati diri korporasi. Adapun menurut tantangan yang dihadapi adalah memastikan bahwa values tersebut tertanam menjadi identitas dan pegangan oleh Insan ADHI dalam bekerja.

 

“Adapun tantangan yang dihadapi adalah memastikan bahwa values tersebut tertanam menjadi, identitas dan pegangan oleh Insan ADHI dalam bekerja,” tutur Parwanto.

 

Sebagai konklusi, ADHI memiliki roadmap AKHLAK yang direncanakan akan berjalan selama empat tahun ke depan, yakni 2020 – 2023. Parwanto menjelaskan, tujuan dari roadmap ini adalah bahwa AKHLAK akan menjadi identitas bagi seluruh insan ADHI, sehingga dapat tercipta kehidupan dengan nilai dan kebiasaan AKHLAK yang mengakar kuat di dalam diri insan ADHI. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, ADHI memiliki misi, yaitu membangun momentum perubahan nilai, mendorong kinerja dengan nilai-nilai AKHLAK, serta melakukan kampanye dan penyesuaian nilai AKHLAK ke dalam sistem organisasi.

 

Perseroan juga mengupayakan optimalisasi change leader, yang dalam hal ini jajaran top management memiliki peran besar sebagai role model internalisasi nilai AKHLAK di seluruh insan ADHI. Harapannya, agar AKHLAK dapat mendukung insan ADHI menjadi pribadi lebih baik yang mampu menjalankan bisnis agar lebih maju.

 

Sementara dalam sisi mikro, ADHI juga mengupayakan iklim change booster atau talenta yang masuk ke dalam generasi milenial terpilih dari setiap unit kerja dengan level jabatan Senior Staff, Staff, L.2P, dan L.3P. Melalui program ini, emiten konstruksi tersebut memiliki misi untuk mengakselerasi pengimplementasikan nilai-nilai AKHLAK dengan cara melakukan kampanye yang masif dan kreatif, salah satunya melalui media sosial, seperti memposting video-video di platform Instagram, Whatsapp, dan ADHI Today.

 

“Tujuan dari kampanye tersebut adalah untuk meningkatkan awareness terhadap perubahan nilai yang kini diterapkan, yaitu AKHLAK, serta menanamkan pemahaman dan memberikan contoh nilai-nilai AKHLAK pada insan ADHI,” imbuh Parwanto.

 

Manajemen berharap, dengan adanya spirit baru melalui core values AKHLAK, insan ADHI mampu menunjukkan serta meyakini nilai-nilai perusahaan merupakan pilar utama dalam pertumbuhan yang berkelanjutan. Maka berlandaskan Surat Edaran Nomor SE-7/MBU/07/2020 tentang Nilai-Nilai Utama Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara, insan ADHI dan BUMN sejawat diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut secara serius.

 

“Kita harus siap untuk menanamkan dan menerapkan AKHLAK, tidak hanya sebagai nilai perusahaan yang terwujud dalam sikap kerja, tetapi juga sebagai nilai individu yang tercermin dalam perilaku sehari-hari,” tutup Parwanto.



POST TERKAIT