Meger BUMN Pelabuhan, Langkah Turunkan Ongkos Logidtik di tahun 2024

Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggabungkan atau merger PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero) menjadi satu perusahaan. Keempat perusahaan ini akan dilebur menjadi satu perusahaan bernama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Sebagai langkah awal, Erick telah merombak jajaran direksi dari keempat BUMN pelabuhan tersebut. Salah satunya Dani Rusli Utama, yang diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Utama Pelindo I.

Recana marger BUMN pelabuhan direncanakan rampung pada kuartal III tahun 2021 dengan valuasi mencapai Rp120 triliun. Nilai valuasi dari merger ini cukup besar karena aset yang dimiliki keempat perusahaan juga banyak.

Penurunan Ongkos Logistik

Salah satu alasan dari rencana merger adalah mengurangi biaya logistik yang saat ini masih terbilang tinggi. Senior Vice President Divisi Manajemen Strategi PT Pelindo I, Sarmidi mengungkapkan, merger diharapkan bisa menurunkan biaya logistik Indonesia dari 23 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) menjadi 20 persen pada tahun 2024.

"Integrasi Pelindo I, II, III dan IV untuk mendapatkan benefit efisiensi biaya logistik," kata Sarmidi.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Arif Suhartono mengatakan pihaknya menargetkan dapat menurunkan biaya logistik sebesar 1,5 sampai 1,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024.

Pasalnya, biaya logistik Indonesia menjadi salah satu yang termahal di Asia yakni 23,5 persen dari PDB. Jika dibandingkan dengan negara lain lain seperti China (15 persen), Jepang (9 persen) dan Malaysia (13 persen) ongkos logistik Indonesia tentu kalah bersaing.

Dengan penurunan biaya logistik tentu memiliki efek yang signifikan, sebab tidak hanya dirasakan pelaku usaha logistik saja, tetapi juga bagi pelaku industri manufaktur yang memanfaatkan jasa logistik.

Teknologi Digital IPC Perlu Dijadikan Standar Operasional Pelabuhan

Selain itu, merger juga memiliki bertujuan untuk meningkatkan layanan ke konsumen. Melalui merger, konsumen cukup mengurus administrasi pelabuhan hanya di satu tempat saja meski barangnya berpindah-pindah antar pelabuhan.

"Sekitar 80% konsumen layanan peti kemas kami sama. Dengan satu layanan, konsumen akan dimudahkan," lanjut Arif.

Selain memudahkan konsumen, penyatuan Pelindo I, II, III dan IV juga memudahkan regulator mendata perpindahan barang. Selain alasan di atas, Arif bilang, Kementerian BUMN juga ingin menciutkan jumlah BUMN yang jumlahnya teramat gemuk.



POST TERKAIT