Di Tengah Dilema Kenaikan Harga Pertamax, Inilah Cara Pertamina Lakukan Pengeboran Lepas Pantai

Jakarta, BUMNInfo | Saat ini harga minyak bumi dunia sedang mengalami peningkatan sebagai dampak dari perang Rusia-Ukraina. Hal tersebut mengakibatkan kenaikan pada harga beberapa jenis BBM yang dijual oleh Pertamina, salah satunya adalah Pertamax. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan langsung bahwa mulai Jumat (1/4/2022) Pertamax akan mengalami kenaikan harga. 

Kenaikan tersebut diakibatkan oleh beratnya beban keuangan Pertamina akibat harus menanggung selisih antara harga pasar dan harga jual Pertamax. Harga pasar Pertamax pada Maret ini disebut telah mencapai Rp14.526 per liter, sementara harga jual Pertamax hingga kini masih ditahan pada Rp9.000 per liter. Meski belum diumumkan secara pasti, banyak yang memprediksi jika kenaikan ini akan menyentuh angka Rp16.000 per liter.

Bicara soal minyak bumi, nyatanya Pertamina tidak hanya mengandalkan pasokan impor saja, melainkan juga mengambilnya langsung dari berbagai sumber, termasuk dari dasar laut. Lantas, tahukah kamu bagaimana proses pengeboran minyak lepas pantai dilakukan? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Kegiatan Eksplorasi

Sebelum lompat ke proses pengeboran, Pertamina terlebih dahulu melakukan proses eksplorasi yang merupakan kegiatan untuk mencari cadangan hidrokarbon seperti minyak dan gas dalam perut bumi. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, seperti:

  1. Studi Geologi: pemetaan geologi pada permukaan secara detail yang untuk mengetahui persebaran, batuan, serta umur batuan, kandungan mineral, dll. Hal ini bertujuan untuk memetakan persebaran batuan dan formasi batuan, umur batuan, kandungan mineral, fosil, geokimia, stratigrafi dan sedimentologi serta struktur geologi, dan menggambarkan kondisi bawah permukaan dan lebih efektif dalam eksplorasi selanjutnya yang mendukung kelengkapan dan akurasi data G&G (Geology & Geophysics/Geoscience).
  2. Studi Geofisika: penelitian terhadap lapisan batuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kedalamannya. Hasilnya, peneliti akan mendapat gambaran lapisan batuan yang ada di dalam bumi setelah melakukan survei seismik.
  3. Survei Seismik: pemasangan dan penembakan alat pembangkit gelombang suara atau getaran ke bawah laut. Gelombang tersebut kemudian dipantulkan dan ditangkap di atas permukaan menggunakan alat khusus. Kondisi di bawah permukaan yang tertangkap lalu direkonstruksi menjadi gambar dua atau tiga dimensi dan diolah untuk mengetahui keberadaan minyak dan gas bumi di dalamnya.

Fabrication Yard

Setelah keberadaan minyak ditemukan, maka sebuah fabrication yard pun akan disiapkan untuk membangun semua bagian anjungan lepas pantai. Salah satu bentuk anjungan lepas pantai adalah fix platform. Bentuk ini terdiri dari 2 bagian, yaitu jacket leg dan deck. Sebuah jacket leg berfungsi sebagai fondasi, sementara deck akan menjadi bagian atas anjungan.

Bagian anjungan yang telah jadi kemudian akan diangkut menggunakan kapal dan dipasang di lokasi operasinya di tengah lautan. Proses pemasangan dimulai dengan penempatan  jacket leg lalu disusul dengan proses penyatuan deck. Semua proses ini mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi, karena adanya hambatan seperti ombak yang kencang.

Proses Pengeboran

Dari anjungan ini, pengeboran akan dilakukan dengan menggunakan mesin bor khusus. Mesin ini harus selalu dalam kondisi basah agar tidak panas saat bekerja, untuk itu biasanya mesin dialiri dengan sejenis lumpur basah yang akan membantu mata bor dalam bekerja. Lubang yang telah dibuat kemudian akan dilapisi dengan semen agar sumur tidak hancur oleh tekanan bawah laut. Setelah itu, minyak dan gas kemudian akan diangkut naik ke anjungan dan kemudian diolah.


Sumber: cnbindonesia.com
pwyindonesia.org dan ekonomi.bisnis.com

Dok: telegraf.co.id



POST TERKAIT